KASUS CERAI MENINGKAT DI PULAU BAWEAN AKIBAT PERSELINGKUHAN

 

KASUS CERAI MENINGKAT DI PULAU BAWEAN

AKIBAT PERSELINGKUHAN

MAKALAH

Untitled-1 copy

Oleh : Sayyidd Muhaddar

Pembimbing : Muzairiyah S.H.

Sekolah Tinggi Agama Islam Hasan Jufri

Bawean 2013

KATA PENGANTAR

 

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan Taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya – shalawat dan salam selalu kita curahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw beserta keluarga, sahabat dan pengikut beliau hingga akhir zaman

Dalam kesempatan ini kami menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada ibu Dosen kami Muzairiyah S.H. yang telah memberikan pengetahuan, arahan dan bimbingan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik dan tepat pada waktunya dengan judul “KASUS CERAI MENINGKAT DI PULAU BAWEAN AKIBAT PERSELINGKUHAN”. Serta dalam penyempurnaan makalah ini.

Penulis menyadari bahwa dalam tulisan ini masih terdapat banyak kekurangan, baik dari segi penulisan maupun isi dari makalah ini. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat konstruktif dan membangun demi kesempurnaan makalah ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya.

 

DAFTAR ISI

 

LAMPIRAN

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I  : PENDAHULUAN

BAB II :  PEMBAHASAN

A.     Kasus Cerai Meningkat Akibat Perselingkuhan

B.     Penyebab perselingkuhan

 

BAB III : PENUTUP

KESIMPULAN

Daftar Pustaka

 

BAB I

PENDAHULUAN

Harapan yang terlalu tinggi terhadap pasangan dapat menjadi bumerang bagi kelangsungan hubungan perkawinan seseorang, banyak orang terlalu cepat merasa tidak puas dalam kehidupan perkawinan yang mungkin baru saja dijalani beberapa saat. Menghadapi kenyataan hidup yang jauh dari harapan, mereka lantas merasa kecewa dan mulai menyalahkan pasangannya, dan tidak sedikit dari mereka memilih untuk selingkuh.

Selingkuh adalah segala bentuk perilaku yang yang mengarah pada hubungan yang melibatkan orang lain diluar pasangan sahnya dalam perkawinan (suami/istri) dengan memberi atau menerima perlakuan yang seharusnya diberikan pada pasangan yang sah yaitu membentuk perlakuan dengan hubungan seksual antara 2 (dua) orang.

Beberapa pakar juga berpendapat, selingkuh tidak hanya soal hubungan seksual. Ada keterlibatan asmara antara dua pasangan yang bukan pasangan resmi bisa dikatakan sebagai bentuk perselingkuhan, misalnya kissing, pengungkapan perasaan cinta dan komunikasi intensif yang melibatkan perasaan.

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

A.  Kasus Cerai Meningkat Akibat Perselingkuhan

Perkara di Pengadilan Agama Bawean setiap tahun kian meningkat, tetapi tidak siginifikan. Perkara tahun 2009 sebanyak 196, sedangkan tahun 2010 meningkat sebanyak 207. Perkara ada dua, yaitu permohonan dan gugatan. Tahun 2010, permohonan sebanyak 45 perkara dan gugatan sebanyak 162 perkara. 

Permohonan lebih banyak Kecamatan Tambak daripada Kecamatan Sangkapura, sebaliknya gugatan lebih banyak Kecamatan Sangkapura daripada Kecamatan Tambak.

Permohonan dalam bahasa hukum adalah sepihak yang tidak ada lawan, seperti istbath nikah. Misalnya menikah 20 tahun yang lalu kepada Kiai, bila ingin mengurus akte atau buku nikah ke Kantor Urusan Agama (KUA), harus melakukan permohonan ke Kantor Pengadilan Agama.

Bila ada lawan, namanya gugatan yang meliputi cerai talak (dari suami), cerai gugat (dari istri), harta waris, harta bersama, hibah, dan lain-lain.

Penyebab perceraian tahun 2010, dominan disebabkan perselingkuhan, sedangkan tahun 2009 yang dominan disebabkan tidak adanya tanggungjawab atau tidak harmonisnya rumah tangga. Perselingkuhan diakibatkan jarak yang memisahkan, ataupun suami menikah lagi sehingga istri menggugat cerai.

Kasus perselingkuhan bila melakukan gugatan, apakah langsung dikabulkan? “belum tentu, dikabulkannya gugatan tergantung bukti. Kalau buktinya mendukung, maka dikabulkan. Bila tidak mendukung, maka akan ditolak.

Adakah solusi perdamaian sebelum diputuskan cerai?” Hakim sebelum memutuskan, mendamaikan terlebih dahulu dengan mediasi,

Banyak atau tidaknya kasus yang diterima oleh Kantor Pengadilan Agama, menurut Drs. H. A. Imran AR. SH. bukan tolak ukur kesuksesan, sebab Pengadilan Agama sebagai kantor pelayanan dengan tolak ukurnya menyelesaikan kasus, bukan diukur banyak atau tidaknya kasus.

 

B.  Penyebab Perselingkuhan

 

Perselingkuhan kerap terjadi di Pulau Bawean, akibat isteri ditinggal suami mencari nafkah ke luar negeri, ternyata angka perceraian sangat tinggi di Pulau Bawean. Perceraian dilakukan bila hubungan perselingkuhan diketahui atau terciuam kepada warga, tapi bila tidak diketahui. Tentunya merasa aman saja melakukan perbuatan terlarang ini.

Kewaspadaan perlu dilakukan oleh sang suami, bila isteri yang ditinggalkan kurang dapat perhatian, khususnya kebutuhan biologisnya. Gosip akan tersebar luas jadi opini di durung-durung dan lainnya. Anehnya perselingkuhan ini kerap dilakukan oleh warga yang statusnya bersuami isteri. Dimungkinkan perselingkuhan kerap terjadi, karena sang isteri ditinggal bertahun-tahun di negeri orang, antara 1 sampai 5 tahun. Maka untuk menghindari adanya perselingkuhan adalah mempererat hubungan komunikasi antara keduanya dengan via telepon ataupun lainnya.

Sebaliknya Suami Juga Rawan suami yang bekerja mencari nafkah ke luar negeri, terkadang juga melakukan perkawinan lagi dengan wanita pilihannya. Bila sudah menikah dengan yang lain, maka secara otomatis isteri yang ditinggal di Pulau Bawean akan dilupakan. Tapi cukup ironis, isteri pilihannya di luar negeri, terkadang hanya ingin memeras harta kekayaan yang dimilikinya. Semua hasil jerih payah yang dihasilkan dari kerja suaminya akan dikirim oleh isteri keduanya ke kampung halamannya.

Setelah merasa cukup terkadang si suami akan ditinggal oleh isteri keduanya untuk pulang ke kampung halamannya. Setelah dilakukan penelusuran olehnya, ternyata isteri yang dinikahi diluar negeri sudah punya suami dan anak di kampung halamannya. Persoalan ini kerap terjadi pada warga Bawean di Malaysia dan lainnya. Tapi untungnya terkadang isteri yang ditinggal di Bawean tetap bersabar sampai suaminya kembali kepangkuannya.

Whitehead, seorang Psikolog AS yang meneliti tentang hubungan suami istri, beranggapan bahwa munculnya selingkuh (perselingkuhan) dikarenakan luapan kekecewaan terhadap tidak terpenuhinya harapan. Tingginya harapan akan kebahagiaan justru menjatuhkan mereka ke dalam jurang kekecewaan, sehingga ketika harapan tidak tampak maka masing-masing mulai mencari pasangan baru yang dirasa lebih pas.

Debbie Layton-Tholl, ahli psikologi yang meneliti alasan-alasan terjadinya perselingkuhan menemukan beberapa alasan yang selalu diungkapkan ketika mereka terlibat perselingkuhan yaitu sebagai berikut :

  • merasakan ketidakpuasan dalam kehidupan perkawinan
  • adanya kekosongan emosional dalam kehidupan pasangan tersebut
  • problem pribadi di masa lalu
  • kebutuhan untuk mencari variasi dalam kehidupan seksual
  • sulit untuk menolak “godaan”
  • marah terhadap pasangan
  • tidak lagi bisa mencintai pasangan
  • kecanduan alkohol atau pun obat-obatan
  • seringnya hidup berpisah lokasi

Ada beberapa alasan umum seseorang berselingkuh: a) ingin melarikan diri secara emosional dari pasangannya. b) ingin bertualang dan ingin mengetahui seperti apa berhubungan seks dengan orang yang bukan pasangannya. c) marah, dendam atau permusuhan yang terpendam terhadap pasangannya. d) ingin melakukan lebih banyak seks atau hal-hal yang menyerupai perbuatan seksual yang tidak ia dapatkan atau berbeda dari pasangannya.

Adapun faktor penyebab terjadinya selingkuh yaitu antara lain :
1. Faktor Internal

a). Konflik dalam perkawinan yang tidak kunjung selesai dan terus-menerus oleh perbedaan latar belakang pendidikan, perkembangan kepribadian, subkultur, serta pola hidup, yang menyebabkan ketidakserasian relasi antarpasangan. b). Kekecewaan oleh berbagai macam sebab seperti sifat yang berbeda, cara berkomunikasi yang kurang terasa pas, dan sebagainya. c). Ketidakpuasan dalam kehidupan seksual oleh disfungsi seksual atau penyimpangan perilaku seksual lainnya. d). Problema finansial. e). Persaingan antarpasangan baik dalam karier dan perolehan penghasilan.

2. Faktor External

a). Lingkungan pergaulan yang mendorong seseorang untuk mengambil keputusan mencoba menjalin hubungan perselingkuhan, demi tidak mendapat sebutan STS (suami takut istri) di kalangan rekan sepergaulannya. b). Kedekatan dengan teman lain jenis ditempat kerja yang berawal dari saling mencurahkan kesusahan dan kekecewaan dalam rumah tangga. Dari curhat, terjalin kedekatan emosional yang berlanjut dengan kontak fisik intim. c). Godaan erotis-seksual dari berbagai pihak, rekan kerja dan teman dengan motif tertentu.

Perselingkuhan dengan atau tanpa hubungan seks mudah untuk ditemukan, bahkan untuk dilakukan. Perselingkuhan tak memandang status sosial, tingkat pendidikan, jabatan, bidang profesi, domisili, bahkan gender. Semoga makalah  selingkuh dan perselingkuhan ini bisa anda gunakan sebagai referensi untuk mencegah dan mengatasi pasangan yang selingkuh.

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Penyebab perceraian tahun 2010 di pulau Bawean , dominan disebabkan perselingkuhan, sedangkan tahun 2009 yang dominan disebabkan tidak adanya tanggung jawab atau tidak harmonisnya rumah tangga. Perselingkuhan diakibatkan jarak yang memisahkan, ataupun suami menikah lagi sehingga istri menggugat cerai.

Penyebab perselingkuhan :

Menurut Debbie Layton-Tholl

  • merasakan ketidakpuasan dalam kehidupan perkawinan
  • adanya kekosongan emosional dalam kehidupan pasangan tersebut
  • problem pribadi di masa lalu
  • kebutuhan untuk mencari variasi dalam kehidupan seksual
  • sulit untuk menolak “godaan”
  • marah terhadap pasangan
  • tidak lagi bisa mencintai pasangan
  • kecanduan alkohol atau pun obat-obatan
  • seringnya hidup berpisah lokasi

dan ada 2 faktor perselingkuhan

1.      Faktor internal

2.      Faktor eksternal

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: