( Mengapa Harus MSDM Yang Dipersalahkan )

logo penadarismaMengapa Harus MSDM Yang Dipersalahkan

MSDM ( Management sumber daya manusia) sering kali kita dengar dan sering kali juga kita permasalahkan, bahwa Indonesia yang mempunyai kekayaan alam yang sangat berlimpah tapi bernasib tidak mempunyai apa-apa bahkan kalah dengan Negara Jepang  yang tidak mempunyai apa-apa tapi mempunyai apa-apa, mengapa harus jadi seperti itu, apakah karna kerisis MSDM?, sehingga Negara kita tidak dapat maju seperti Negara-negara lain, kalau memang benar biang keladinya adalah MSDM, betapa banyak di Indonesia orang-orang hebat tapi mengapa Indonesia masih seperti itu. Contoh : Kepentingan pribadi, golongan, atau partai meminjam “kendaraan kepentingan” seolah-olah menjadi kepentingan publik. Ada yang semestinya menjadi tanggung jawab pemerintah, penguasa, atau negara namun tidak dijalankan. Atau seharusnya menjadi tanggung jawab pribadi tapi justru “merepotkan” pemerintah. Lihat saja kasus Lumpur Lapindo yang tidak juga selesai itu dan koruptur  yang sudah membudaya.

Contoh di atas merupakan bukti bahwa MSDM sangatlah cukup, cukup memenegement diri mereka menjadi yang terdepan untuk diri mereka sendiri bukan untuk Negara ataupun rakyat sehingga sangatlah cukup membuat Negara yang kaya raya menjadi Negara seperti yang tidak mempunyai apa-apa, kalau saya dapat menilai bukanlah MSDM yang kurang di Negara kita tapi akhlak yang baiklah yang sangat kurang pada Negara kita, mengapa saya bilang seperti itu bukankah orang yang melakukan seperti contoh diatas adalah orang-orang pintar dan orang-orang berpendidikan. Jadi betapapun hebatnya MSDM pada suatu Negara tampa dilandasi Akhlak yang baik maka akan sia-sia

//

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: