Sekilas Tentang Bawean

kaloto2
• Asal Kata Pulau Bawean & Pulau Putri
Kata Bawean berasal dari bahasa Sanskerta, yang berarti ada sinar matahari. Menurut legenda, sekitar tahun 1350, sekelompok pelaut dari Kerajaan Majapahit terjebak badai di Laut Jawa dan akhirnya terdampar di Pulau Bawean pada saat matahari terbit. Kitab Negarakertagama menyebutkan bahwa pulau ini bernama Buwun, Awal abad ke-16 agama Islam masuk ke Bawean yang dibawa oleh Maulana Umar Mas’ud. Makamnya hingga kini merupakan tujuan peziarah lokal maupun dari luar Bawean.Makam Umar Mas’ud berada di wilayah Sangkapura yang terletak di pantai selatan pulau tersebut. Sedang di pantai utara, tepatnya di desa Diponggo ada kuburan seorang ulama wanita penyebar Islam di daerah itu, namanya Waliyah Zainab, terletak di atas dataran tinggi.
Bawean sering disebut juga Pulau Putri karena banyak laki-laki muda yang merantau ke pulau Jawa atau ke luar negeri. Orang Bawean yang merantau ke Malaysia dan Singapura membentuk perkampungan di sana. Di negeri jiran masyarakat Bawean dikenal dengan istilah orang Boyan. Banyak juga para perantau ini yang berhasil dan menjadi orang terkenal di Malaysia dan Singapura.
• Letak Pulau Bawean
Sedang Bawean itu sendiri pulau yang terletak di Laut Jawa, sekitar 80 Mil atau 120 kilometer sebelah utara Gresik. Secara administratif, pulau ini termasuk dalam Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Belanda (VOC) masuk pertama kali ke Pulau ini pada tahun 1789. Sebelum tahun 1974 Pulau Bawean masuk dalam wilayah Kabupaten Surabaya sebelum di bentuknya Kabupaten Gresik namun sejak tahun 1974 pulau Bawean di masukkan kedalam wilayah Kabupaten Gresik karena memang letaknya lebih dekat dengan Kabupaten Gresik.
Bawean memiliki 2 kecamatan yaitu Sangkapura dan Tambak. Jumlah penduduknya sekitar 70.000 jiwa yang merupakan pembauran beberapa suku yang berasal dari pulau Jawa, Madura, Kalimantan. ,Sulawesi dan Sumatera termasuk budaya dan bahasanya. Penduduk Bawean kebanyakan memiliki mata pencaharian sebagai nelayan atau petani selain juga menjadi TKI di Malaysia dan Singapura. Etnis mayoritas penduduk Bawean adalah Suku Bawean, diikuti oleh Suku Jawa, Madura dan suku-suku lain misalnya Bugis, Mandar,Mandailing dan Palembang, Harun bin Said Salah satu pahlawan nasional berasal dari pulau Bawean dan mayoritas penduduk Bawean itu sendiri beragama Islam.

• Bahasa Bawean
Bahasa pertuturan mereka adalah bahasa Bawean. Bukannya bahasa Madura seperti yg dimaklumkan sebelum ini. Di Malaysia dan Singapura, penyebutan suku ini berubah menjadi Boyan. Mereka menyebut diri mereka orang Boyan, maksudnya orang Bawean.
Bahasa Bawean ditengarai sebagai kreolisasi bahasa Madura, karena kata-kata dasarnya yang berasal dari bahasa ini, namun bercampur aduk dengan kata-kata Melayu dan Inggris serta bahasa Jawa karena banyaknya orang Bawean yang bekerja atau bermigrasi ke Malaysia dan Singapura, Bahasa Bawean memiliki ragam dialek bahasa biasanya setiap kawasan atau kampung mempunyai dialek bahasa sendiri seperti Bahasa Bawean Dialek Daun, Dialek Kumalasa, Dialek Pudakit dan juga Dialek Diponggo. Bahasa ini dituturkan di Pulau Bawean, Gresik, Malaysia, dan Singapura . Di dua tempat terakhir ini Bawean dikenal sebagai Boyanese. Intonasi orang Bawean mudah dikenali di kalangan penutur bahasa Madura. Perbedaan kedua bahasa dapat diibaratkan dengan perbedaan antara bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia, yang serupa tapi tak sama meskipun masing-masing dapat memahami maksudnya.
• Kesenian Tradisional
Dikarenakan seluruh penduduk Bawean umumnya Islam, maka kebudayaannyapun banyak diwarnai dengan nafas Islam. Beberapa aliran pencak silatpun banyak terdapat di Pulau Bawean, namun banyak yang belum tercatat didalam persatuan pencak silat Indonesia…
Kesenian khas Bawean antara lain :
1. Jibul
Berupa seni bercerita yang dilagukan, dengan iringan rebana, jidor dan kompang. Biasa dilakukan setelah Isya sampai menjelang Subuh. Biasanya berkisah tentang nabi-nabi. Bahasa yang dipakai biasanya dialek Bawean dan bahasa Indonesia.
2. Dikker
Kesenian ini berawal dari zikir yang kemudian menjadi bagian dari budaya setempat. Syair-syair yang dilantunkan berasal dari Barzanji, hampir serupa dengan kesenian-kesenian zikir lainya.
3. Kercek(ng)an
Sama dan sebangun dengan hadrah. Ditarikan oleh kaum hawa, dan gerakan-gerakannya didasarkan pada gerakan sholat atau membentuk lafaz Allah.
4. Mandiring
Ada dua versi tentang kata ‘mandiring’ ini. Versi pertama menyatakan kalau mandiring berasal dari ‘Mandailing’, namun versi kedua menyebutkan berakar dari kalimat Bahasa Inggris, yakni ‘ My Darling’.
Kesenian ini berupa balas pantun yang dilakukan oleh sepasang muda-mudi, dan biasa dijadikan ajang untuk mencari jodoh dan mengungkapkan rasa kasih sayang.
• Pencak Silat
Pencak silat Bawean contohnya, berasal dari Pulau Bawean terletak di Laut Jawa sebelah utara Gresik. Tujuannya adalah sama sebagai ilmu bela diri dan juga sebagai pertunjukkan. Perbedaan dari pencak silat aslinya adalah dari jurus-jurus yang digunakannya, namun saat ini pun ke-ciri khas an Pencak Silat Bawean pun mulai menghilang.
Sejarah asal Pencak Silat Bawean diambil dari sejarah Islam Nabi Muhammad S.A.W saat melakukan Perang Badar.
Almarhum Mohamed Shidiq Bin Nilam, meninggal pada tanggal 23 Januari 2011 berumur 77 tahun merupakan salah satu pendekar silat Bawean yang tersisa. Sampai saat ini pendekar silat Bawean kurang lebih berjumlah 48 orang dan terus berkurang karena sedikitnya minat anak muda untuk mempelajarinya.
• Flora dan Fauna
Flora Dapat dijumpai digoba (Aglaria abeagnoides), angsana (Pterocarpus indicus), pangopa (Eugenia lepidocarpa), binong (Tetrameles nudiflora), kenari (Canarium asperum), aren (Arenga pinnata), jarak (Jatropha curcas), dan lain-lain. Sedangkan faunanya adalah pergam (Ducula acinia, Ducula bicolor, dan Ducula whertoni), raja udang (Halchyon chloris), dan mamalia seperti rusa bawean (Axis kuhlii), monyet ekor pjg (Macaca fascicularis), babi hutan (Sus verruconus), landak (Hystrix brachyura), dan lain-lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: